Jumat, 09 Agustus 2013

Bahasa Arab Dasar 18: Isim Ghoirul Munshorif

Isim Ghoirul Munshorif
اَلْمَمْنُوعُ مِنَ الصَّرْفِ
Al-mamnu' Minash-Sharf

  غَيْرُ الْمُنْصَرِفِ 
Ghairul-Munsharif

Isim Ghoirul Munshorif : adalah isim yang tidak boleh ditanwin dan dikasroh.

Contoh:

مَسَاجِدُ ~masaajidu = masjid-masjid
عُمَرُ ~'Umaru = Umar
عَائِشَةُ ~'A-isyatu ='Aisyah
عُثْمَانُ ~'Utsmaanu = Usman

Syarat-syarat Isim Ghoirul Munshorif:

1. Tidak sebagai mudhof (disandarkan pada isim yang lain)

Contoh 1:
 صَلَّيْتُ فِى مَسَاجِدَ ~ Shollaitu fii masaajida = aku sholat dalam masjid-masjid

Keterangan:

Setelah kata مَسَاجِدُ ~ masajidu tidak ada kata lain lagi karena Isim Ghoirul Munshorif tidak sebagai mudhof. Jadi walaupun kemasukan huruf  Jer فِى ,  maka Isim Ghoirul Munsharif tidak di kosrah, melainkan di fathah. Apabila Isim Ghoirul Munshorif ini sebagai mudhof, maka batal hukumnya.

Contoh 2:

صَلَّيْتُ فِى مَسَاجِدِ هِم ~ Shollaitu fii masajidi him.
Keterangan: kata مَسَاجِدُ ~masaajidu disandarkan pada هُمْ maka batal hukum Isim Ghoirul Munshorif.

2. Terbebas dari alif dan lam

Contoh 1:

صَلَّيْتُ فِى مَسَاجِدَ ~ Shollaitu fii masaajida = aku sholat di dalam masjid-masjid
مَرَرْتُ بِعُمَرَ ~ maaratu bi-U'mara = aku bertemu dengan umar

Contoh 2:  

 صَلَّيْتُ فِى المَسَاجِدِ ~ Shollaitu fil masaajidi
Keterangan: Isim Ghorul Munsharif   مَسَاجِدُ  kemasukan alif dan lam, maka batal hukumnya.

Kelompok isim yang masuk dalam kategori Isim Ghoirul Munshorif:

1. Bentuk jamak yang berpola مَفَاعِلُ ~mafaa'ilu (shighoh muntahal Jumu’ )
Contoh:
مَسَاجِدُ ~masaajidu = masjid–masjid, polanya sama dengan pola مَفَاعِلُ ~mafaa'ilu
مَقَاعِد ~ maqaa'idu = tempat-tempat duduk, polanya sama dengan pola مَفَاعِلُ ~mafaa'ilu

2. Isim maqshur yang berjenis muannats
Contoh:
كُبْرَى ~ kubraa = Yang besar
حُبْلَى ~Hublaa = Yang hamil

3. Isim mamdud yang berjenis muannats
Contoh:
صَحْرَاءُ ~ Shahraa-u = padang pasir
حَمْرَاءُ ~ Hamraa-u = Yang berwarna merah

4. Nama perempuan
Contoh:
مَرْيَمُ ~maryamu = maryam
عَائِشَةُ  ~'Aa-isyatu = 'Aisyah

5. Nama yang berpola فُعَلُ~ Fu'alu
Contoh:
عُمَرُ ~ 'Umaru = Umar, berpola sama dengan فُعَلُ ~Fu'alu
زُحَلُ ~ Zuhalu = Zuhal, berpola sama dengan فُعَلُ ~Fu'alu

6. Nama yang diakhiri dengan tambahan alif dan nun ان
Contoh:
عُثْمَانُ ~'Ushmaanu = Usman
سَلْمَانُ ~Salmaanu = Salmaan

7. Nama orang asing (selain arab) / nama ajam
Contoh:
إِبْرَاهِيْمُ ~ Ibraahiimu = Ibrahim
إِسْمَاعِيْلُ ~ Ismaa'iilu = Isma'il

Catatan:

1. Isim maqshur yang bukan kelompok muannats, maka tidak termasuk isim ghoirul munshorif.
Contoh: هُدًى ~hudan = sebuah petunjuk;  فَتًى ~ fatan = seorang remaja

2. Semua nama orang yang diakhiri dengan ta marbuthoh maka dia ghoirul munshorif walaupun digunakan untuk nama orang laki-laki. Contoh: مُعَاوِيَةُ ~ Mu'aawiiatu = Mu'aawiyah;   طَلْحَةُ ~ Thalhhatu = Thalhhah

3. Nama negara dan kota dikategorikan sebagai nama perempuan sehingga temasuk kelompok ghoirul munshorif.
Contoh: بَغْدَادُ ~ Baghdaadu = Baghdad; مِصْرُ ~ Mishru = Mishr


Sumber Link: http://badaronline.com/dasar/bahasa-arab-dasar-18-isim-ghoirul-munshorif.html

Kamis, 08 Agustus 2013

Bahasa Arab Dasar 17: Dhomir (Kata Ganti Orang)

Kata Ganti Orang
 اَلضَّمِيْرُ
Adh-Dhomir


  
Kata ganti orang(Dhomir) terbagi atas tiga kelompok:
 
A. Dhomir Munfashil
B. Dhomir Muttashil
C. Dhomir Mustatir

Keterangan: 
  
A. Dhomir Munfashil: 

Dhomir Munfashil adalah dhomir yang penulisannya terpisah dengan kata yang lain






 






  
Penjelasan Pembacaan Tabel :
Tunggal(1) = Mufrad
Dobel(2) = Mutsanna
Jamak(>2) = Jamak


Org III (Pa) : Yaitu orang laki-laki(Pa)  yang tidak tampak, orang yang tidak hadir dihadapan kita. Dan orang yang tidak hadir dihadapan kita disebut juga dengan لِلْغاَئِبِ  ~ lil-ghaa-ibi.

Org III (Pi):  Yaitu perempuan(Pi) yang tidak tampak, orang yang tidak hadir dihadapan kita. Dan orang yang tidak hadir dihadapan kita disebut juga dengan لِلْغاَئِبِ  ~ lil-ghaa-ibi.

Kata Ganti Orang
(Dhomir Munfashil)--------------------Org III(Pa)-------------------- Org III(Pi)
Mufrad ,....dia…………………..…….هُوَ  ~ huwa………...……….هِيَ ~ hiya
Mutsanna,..mereka berdua ...............هُمَا ~ humaa …………...….هُمَا ~ humaa
Jamak,...... mereka….……….........…هُمْ ~ hum ..……..……….…هُنَّ ~ hunna

Org II(Pa):
): Yaitu orang laki-laki(Pa) yang diajak berbicara, orang yang hadir dihadapan kita. Dan orang yang diajak berbicara ini disebut juga dengan   لِلْمُخَاطَبِ ~ lil-mukhaathab 


Org II(Pi): Yaitu orang  perempuan(Pi) yang diajak berbicara, orang yang hadir dihadapan kita. Dan orang yang diajak berbicara ini disebut juga dengan   لِلْمُخَاطَبِ~ lil-mukhaathab

Kata Ganti Orang
(Dhomir Munfashil) :--------------------------Org II(Pa)---------------- Org II(Pi)
Mufrad,...... kamu ……....……………..…....أَنْتَ ~ anta….……….….أَنْتِ ~ anti
Mutsanna.... kamu berdua……...…...……..أَنْتُمَا ~ antumaa .....…….أَنْتُمَا ~ antumaa
Jamak..........kalian…………….………......  أنْتُمْ ~ antum ……... .….أَنْتُنَّ ~ antunna

Org I(Pa/Pi): Yaitu orang yang berbicara atau si pembicara. Orang yang berbicara ini disebut juga dengan لِلْمُتَكَلِّم  ~ lil-mutakallim :

Kata Ganti Orang
(Dhomir Munfashil):----------------------------------Org I(Pa/Pi)
Mufrad,..........saya, aku……..…....……..……….......أَنَا ~ ana
Mutsanna........kami berdua………….....…………..نَحْنُ ~ nahnu
Jamak.............kami semua………....…………....…نَحْنُ ~ nahnu

Contoh:

هُوَ أُسْتاَذٌ ~ huwa ustadzun = Dia adalah seorang Ustadz. Dhomir هُوَ  terpisah penulisannya dari kata أُسْتاَذٌ
أَنَا مسْلِمٌ ~ ana muslimun = Aku adalah seorang muslim.  Dhomir أَنَا  terpisah penulisannya dari kata مسْلِمٌ

B. Dhomir Muttashil:  

Dhomir Muttashil adalah dhomir yang penulisannya bersambung dengan kata yang lain


Suatu Dhomir yang bersambung dengan Isim menunjukkan arti "Kepemilikan"
  
Penjelasan : 

Kata Ganti Orang
(Dhomir Muttashil):------------------------------Org III(Pa)------------- Org III(Pi)
Mufrad ,....dia……………….…….....…....…...هُ ~ hu...…......…....هَا ~ ha
Mutsanna, mereka berdua ………..…....….هُمَا ~ humaa ..…... هُمَا ~ humaa
Jamak, .....mereka……………….….. …..…هُمْ ~ hum......…..…هُنَّ ~ hunna

Org III(Pa)   
كِتَابُهُ ~ kitaabu-hu  = Buku-nya(Buku milik seorang laki-laki itu)
كِتاَبُهُماَ ~kitaabu-humaa  = Buku mereka(Buku milik dua orang laki-laki itu)
كِتاَبُهُمْ  ~ kitaabu-hum  = Buku mereka (Buku milik para lelaki itu)

Org III(Pi):
 كِتاَبُهاَ ~ kitaabu-haa = Buku-nya(Buku milik seorang perempuan itu)
كِتاَبُهُماَ ~ kitaabu-humaa   = Buku mereka(Buku milik dua orang perempuan itu)
كِتاَبُهُنَّ ~ kitaabu-hunna    = Buku mereka (Buku milik para perempuan itu)


Kata Ganti Orang
(Dhomir Muttashil)------------------- :   Org II(Pa)------------------- Org II(Pi) 
Mufrad,.... kamu ……………...…….……كَ ~ ka……………..……..كِ ~ ki
Mutsanna, kamu berdua………..…...…كُمَا ~ kuma………….….…كُمَا ~ kuma
Jamak, .....kalian………………….......... كُمْ ~ kum ………….....… كُنََّ ~ kunna

Org II(Pa) :
كِتاَبُكَ ~ kitaabu-ka = Buku kamu(Buku milik kamu, seorang laki-laki)
كِتاَبُكُماَ ~ kitaabu-kumaa = Buku kalian (Buku milik kalian, dua orang laki-laki)
كِتاَبُكُمْ  ~ kitaabu-kum  = Buku kalian(Buku milik kalian, para lelaki)

Org II(Pi) :
كِتاَبُكِ ~ kitaabu-ki = Buku kamu (Buku milik kamu, seorang perempuan)
كِتاَبُكُماَ ~ kitaabu-kumaa = Buku kalian(Buku milik kalian, dua orang perempuan)
كِتاَبُكُنَّ ~ kitaabu-kunna  = Buku kalian(Buku milik kalian, para perempuan)

Kata Ganti Orang
(Dhomir Muttashil)................................ :   Org I(Pa/Pi)  
Mufrad,.....saya, aku……..………….….…... ي ~ y
Mutsanna, kami berdua…………………...... نَا ~ naa
Jamak,......kami semua………………........…نَا ~ naa

Org I(Pa/Pi) :

كِتاَبِي ~ kitaabi-y  = Bukuku (Buku milik-ku, seorang laki-laki/perempuan)
كِتاَبُناَ ~ kitaabu-naa  = Buku kami (Buku milik kami, dua orang laki-laki/perempuan)
كِتاَبُناَ ~ kitaabu-naa  = Buku kami(Buku milik kami, para laki/perempuan)
**
**
C. Dhomir Mustatir: Dhomir Mustatir adalah dhomir yang tidak tertulis dalam kalimat akan tetapi tersembunyi dalam suatu kata.

Contoh:

كَتَبَ ~ kataba = dia telah menulis  Dia nya tersembunyi dalam kata كَتَبَ ~kataba, Insya-ALLAH  akan datang penjelasannya. 


http://badaronline.com/dasar/bahasa-arab-dasar-17-dhomir-kata-ganti-orang.html

Bahasa Arab Dasar 16: Pembagian Isim Ditinjau Dari Sisi Bangunan Akhirnya

Pembagian Isim
أَقْسَامُ الاِسْم 
Aqsaamul-Ism
Pembagian Isim Ditinjau dari Sisi Bangunan Akhirnya
تَقْسِيْمُ الاِسْمِ بِالنَّظَرِ إِلَى بُنْيَتِهِ 
Taqsimul Ism Binnadhori Ilaa Bun-yatihi




Pembagian Isim ditinjau dari sisi bangunan akhirnya dibagi 2: 

A. Isim Ghoiru Shohih Akhir
B. Isim Shohih Akhir

Uraian:  

A. Isim Ghoiru Shohih Akhir:  Isim yang berakhiran bukan huruf shohih.

1. Isim Maqshur 
2. Isim Manqush  
3. Isim Mamdud
 
Keretangan
:


1. Isim Maqshur: Isim Maqshur adalah isim yang diakhiri dengan huruf alif lazimah.


Alif lazimah adalah huruf alif yang senantiasa melekat di akhir dari suatu kata. Alif lazimah terkadang tertulis dengan huruf ya’, akan tetapi dalam pengucapannya tetap dibaca sebagai huruf alif.


Contoh:

اَلْهُدَى ~ al-hudaa = Petunjuk
اَلْفَتَى ~ al-fataa =  Remaja
اَلْعَصَا  ~ al-'ashaa = Tongkat

2. Isim Manqush:

Isim Manqush adalah isim yang diakhiri dengan huruf ya’ lazimah dan huruf sebelumnya berharokat kasroh.

Contoh:

اَلْهَادِي ~ al-haadiy = Pemberi petunjuk
اَلْقَاضِي  ~ al-qaadhiy = Hakim
اَلدَّاعِي ~ad-daa'iy = Penyeru/Pendakwah

3. Isim Mamdud:

Isim Mamdud adalah isim yang diakhiri dengan huruf hamzah dan sebelumnya berupa alif za’idah (tambahan).

Contoh:

صَحْرَاءُ ~shahraa-u =  Padang pasir
سَمَاءٌ ~ samaa-un =  Langit
اِبْتِدَاءٌ  ~ ibtadaa-un = Permulaan


B. Isim Shohih Akhir: Semua isim yang tidak masuk dalam kategori Isim Maqshur, Manqush ataupun Mamdud.

Contoh:

خَيْلٌ  ~ khailun = Kuda
حِمَارٌ ~ himaarun = Keledai
ثَوُبٌ   ~ tsawubun = Baju


Catatan:
1. Jika isim mamdud berupa isim jamak, maka ia tidak boleh ditanwin.
2. Jika isim mamdud merupakan isim muannats, maka ia tidak boleh ditanwin.
3. Semua isim yang diakhiri dengan huruf-huruf shohih, kecuali hamzah maka ia adalah isim shohih akhir.

(mengenai huruf shohih,  buka kembali pelajaran Bahasa Arab Dasar 2: Al-Harfu (Huruf)

Sumber: http://badaronline.com/dasar/bahasa-arab-dasar-16-pembagian-isim-ditinjau-dari-sisi-bangunan-akhirnya.html

Bahasa Arab Dasar 15: Pembagian Isim Ditinjau Dari Segi Kejelasannya

Pembagian Isim
أَقْسَامُ الاِسْم 
Aqsaamul-Ism
Pembagian Isim Ditinjau Dari Segi Kejelasannya
تَقْسِيْمُ الاِسْمِ بِالنَّظَرِ إِلَى تَعْيِيْنِهِ
Taqsimul Ism Binnadhori Ilaa Ta'yiinihi


Pembagian Isim ditinjau dari segi kejelasannya dibagi 2 : 

A. Isim Nakiroh
B. Isim Ma'rifah

Uraian:


A. Isim Nakiroh: Isim Nakiroh adalah isim yang belum jelas penunjukannya

Contoh:

مُسْلِمٌ  ~ muslimun= Seorang muslim.
كِتَابُ طَالِبٍ ~ kitaabu thaalibin = Buku seorang mahasiswa

B. Isim Ma’rifah: Isim Ma’rifah adalah isim yang sudah jelas penunjukannya

1. Dhomir (kata ganti orang)
2. Isim Isyaroh (kata penunjuk)
3. Isim Maushul (kata sambung)
4. ‘Alam (nama orang)
5. Isim diawali alif dan lam
6. Isim yang disandarkan pada isim ma’rifah yang lain

Contoh:

عُمَرُ ~ 'Umaru = Umar
كِتَابُ مُحَمَّدٍ ~ kitaabu Muhammadin = Buku Muhammad


Macam-macam isim Ma’rifah:

1. Dhomir (kata ganti orang)

Contoh:

هُوَ ~ huwa = dia (lk)
أَنْتَ ~ anta = kamu (lk)
أَنَا ~ ana = aku
*
2. Isim Isyaroh (kata penunjuk)

Contoh:

هَذَا ~ hadzaa = ini (lk)
ذَالِكَ ~ dzaalika = itu(lk)

3. Isim Maushul (kata sambung)

Contoh:

اَلَّذِيْ ~ alladzii = yang(bentuk tunggal)
اَلَّذِيْنَ ~ alladziina = yang(bentuk jamak)

4. ‘Alam (nama orang)

Contoh:

عُمَرُ  ~ 'Umaru = Umar
مُحَمَّدٌ ~ Muhammadun = Muhammad
خَدِيْجَةُ ~ Khadiijatu = Khadijah

5. Isim yang diawali alif dan lam

Contoh:

اَلْبَيْتُ ~ al-baitu = rumah itu
اَلْمِصْبَاحُ ~ al–mishbaahu = lampu itu
اَلْمَسْجِدُ ~ al-masjidu = mesjid itu

6. Isim yang disandarkan pada isim ma’rifah yang lain

Contoh:

كِتَابُ مُحَمَّدٍ ~ kitaabu muhammadin
صَاحِبُ البَيْتِ ~ shaahibul baiti = tuan rumah


Catatan:

1. Isim Nakiroh biasanya mempunyai harokat akhir yang bertanwin.

Contoh:

مُسْلِمٌ ~ muslimun = seorang muslim
مِصْبَاحٌ ~ mishbaahun = sebuah lampu

2. Nama orang walaupun bertanwin tetap dikatakan sebagai isim ma’rifah dan bukan sebagai isim nakiroh.

Contoh:

مُحَمَّدٌ ~ Muhammadun = Muhammad
 زَيْدٌ ~ Zaydun = Zayd

3. Apabila suatu isim disandarkan pada isim nakiroh, maka dia adalah isim nakiroh. Namun apabila disandarkan pada isim ma’rifah, maka dia adalah juga sebagai isim ma’rifah.

Contoh:

كِتَابُ طَالِبٍ ~ kitaabu thoolibin = kitab seorang mahasiswa.
Kitab disandarkan kepada طَالِبٍ  belum jelas penunjukannya, maka  Isim  ini adalah Isim Nakhiroh.
*
كِتَابُ مُحَمَّدٍ ~ kitaabu Muhammadin = kitab Muhammad.
Kitab disandarkan kepada مُحَمَّدٍ ('Alam)  sudah jelas penunjukannya. Isim ini adalah Isim Ma'rifah.

Sumber:  http://badaronline.com/dasar/bahasa-arab-dasar-15-isim-marifat-nakirah.html

Bahasa Arab Dasar 14: Tanda-Tanda Isim Muannats

Tanda-Tanda Isim Muannats
 (Tanda-Tanda Isim Yang Termasuk Jenis Perempuan)

1. Isim yang diakhiri dengan ta’ marbuthoh (ةٌ

Contoh:

مَدْرَسَةٌ ~ madrasatun = sekolah
قَلَنْسُوَةٌ ~ qalansuwatun = peci
مُدَرِّسَةٌ ~ mudarrisatun = seorang pengajar perempuan
مُسْلِمَةٌ ~ muslimatun = perempuan muslimah

2. Nama orang perempuan 

Contoh:

مَرْيَمُ ~ Maryam
زَيْنَب ~ Zainab

3. Isim yang khusus untuk perempuan 

Contoh:

أُمٌّ ~ ummun = ibu
مُرْضِعٌ ~ murdhi'un = orang yang menyusui

4. Nama negara atau kota 

Contoh:

إِنْدُوْنِيْسِيَا ~ Induuniisiiaa = Indonesia
جُوْكْجَاكَرْتَا ~ Jukjaakartaa = Jogjakarta

5. Nama anggota badan yang berpasangan

Contoh:


عَيْنٌ ~ 'ainun = Mata
يَدٌ ~ yadun = Tangan

6. Jamak taksir 

Contoh:

كُتُبٌ ~ kutubun = Buku-buku
فِرَقٌ ~ firaqun = Golongan-golongan

Catatan:
Nama orang laki-laki, walaupun diakhiri dengan ta’ marbuthoh (ةٌ) tetap dikatakan sebagai isim mudzakkar.

Contoh :

أُسَامَةُ ~ usaamatun = Usamah
مُعَاوِيَةُ ~ mu'aawiyatun = Mu’awiyah
*
Sumber: http://badaronline.com/dasar/bahasa-arab-dasar-14-tanda-tanda-isim-muannats.html

Bahasa Arab Dasar 13: Pembagian Isim Ditinjau Dari Segi Jenisnya

Pembagian Isim
أَقْسَامُ الاِسْم 
Aqsaamul-Ism
 
Pembagian Isim ditinjau dari segi jenisnya
 تَقْسِيْمُ الاِسْمِ بِالنَّظَرِ إِلَى نَوْعِهِ 
Taqsiymul Ism Binnadhori iIaa Nau'ihi


Pembagian Isim ditinjau dari segi jenisnya dibagi atas 2:

1. Isim Mudzakkar 
2. Isim Muannats

Uraian:
1. Isim Mudzakkar dibagi dua:
a. Isim Mudzakkar Haqiqi
b. Isim Mudzakkar Majazi
   
a. Isim Mudzakkar Haqiqi: Isim yang berasal dari kelompok makhluk hidup yang berjenis kelamin laki-laki.

Contoh :

تِلْمِيْذٌ ~ tilmiizun  = seorang siswa laki-laki
أَسَدٌ ~ asadun = seekor singa jantan

b. Isim Mudzakkar Majazi: Ism yang berasal dari kelompok benda mati yang dianggap berjenis kelamin laki-laki berdasarkan kesepakatan orang arab.

Contoh:

بَيْتٌ ~ baitun = sebuah rumah
قَمَرٌ ~ qamarun = bulan

Uraian:
2. Isim Muannats dibagi dua :  
a. Isim Muannats Haqiqi   
b. Isim Muannats Majazi

a. Isim Muannats Haqiqi: Isim yang berasal dari kelompok makhluk hidup yang berjenis kelamin perempuan.

Contoh:

مُدَرِّسَةٌ ~ mudarrisatun = seorang pengajar perempuan
 هِرَّةٌ ~ hirratun  = seekor kucing betina

b. Isim Muannats Majazi: Isim yang berasal dari kelompok benda mati yang dianggap berjenis kelamin perempuan berdasarkan kesepakatan orang arab

Contoh:

دَارٌ ~ daarun = sebuah perkampungan
شَمْسٌ ~ syamsun = matahari

Sumber: http://badaronline.com/dasar/bahasa-arab-dasar-13-mudzakkar-muannats.html

Rabu, 07 Agustus 2013

Latihan Bahasa Arab Dasar(2): Pembagian Isim Ditinjau Dari Segi Jumlah Bilangannya, Jadikan Isim Mutsanna dan Jamak

Untuk mereview soal ini silakan simak kembali pada pelajaran bahasa arab dasar 10,  11 dan pelajaran 12.

Soal:

Jadikan Isim Mutsanna dan Jamak dari isim-isim di bawah ini:

1. ظَالِمٌ ~Zhaalimun = Orang yang zhalim
2. نَاجِحٌ ~naajihun = Orang yang selamat
3. حَدِيْثٌ ~hadiitsun = Hadits (Perkataan)
4. سَبِيْلٌ ~sabiilun =  Jalan
5. نِعْمَةٌ ~ni'matun = Nikmat
6. قَانِتَةٌ ~qaanitatun = Wanita yang taat
7. كِتَابٌ ~kitaabun = Buku
8. مَكْتَبٌ ~maktabun  = Meja
9. قَاعِدَةٌ ~qaa'idatun = Kaidah, aturan.

Jawab:

Uraian:

1. ظَالِمٌ ~ Zhaalimun = seorang yang zhalim
Mutsanna:
ظَالِمٌ ditambah akhiran ان (alif dan nun) menjadi ظَالِمَان ~zhaalimaani
ظَالِمٌ ditambah akhiran  يْنِ (ya dan nun) menjadi ظَالِمَيْنِ ~ zhaalimaini

Jamak: 
Kata ظَالِمٌ  adalah isim mudzakkar dengan pola فَاعِلٌ~Faa'ilun (wazan Fa’il),  jamaknya mengikuti kaidah Jamak Mudzakkar Salim.  Jamaknya adalah:

ظَالِمٌ  ditambah akhiran وْنَ (wawu dan nun) => ظَالِمُوْنَ~zhaalimuuna
ظَالِمٌ   ditambah akhiran  يْنِ~(ya dan nun) => ظَالِمِيْن ~ zhaalimiina

2. نَاجِحٌ ~ Naajihun = seorang yang selamat

Mutsanna:
نَاجِحٌ ditambah akhiran ان(alif dan nun) => نَاجِحَانِ  ~naajihaani
نَاجِحٌ ditambah akhiran  يْنِ(ya dan nun)  => نَاجِحَيْنِ  ~ naajihaini

Jamak:
Kata نَاجِحٌ  adalah isim mudzakkar dengan pola فَاعِلٌ ~Faa'ilun(wazan Fa’il),  jamaknya mengikuti kaidah jamak mudzakkar salim. Jamaknya adalah :

نَاجِحٌ ditambah  akhiran وْن wawu dan nun) menjadi نَاجِحُوْنَ ~ naajihuuna
نَاجِحٌ  ditambah akhiran  يْنِ  (ya dan nun) menjadi نَاجِحيْنِ ~ najihiina 

3. حَدِيْثٌ   ~hadiitsun = hadist(sikap-laku  dan perkataan Rasulullah)

Mutsanna:
حَدِيْثٌ ditambah akhiran ان (alif dan nun) menjadi  حَدِيْثَانِ  ~ hadiitsaani
حَدِيْثٌ ditambah akhiran  يْنِ (ya dan nun) menjadi  حَدِيْثيْنِ ~ hadiitsaini 

Jamak: Apabila kita menemukan suatu kata ia bukan sebagai nama juga bukan sebagai sifat  menurut pola  yang diberikan maka dicurigai  jamaknya adalah jamak taksir.

Kata حَدِيْثٌ  jamaknya adalah jamak taksir yaitu   أَحَادِيْثُ ~ ahaadiitsu

4.  سَبِيْلٌ ~sabiilun = jalan

Mutsanna:
سَبِيْلٌ ditambah akhiran ان(alif dan nun)  menjadi  سَبِيْلاَنِ  ~ sabiilaani
سَبِيْلٌ ditambah akhiran  يْنِ (ya dan nun) menjadi   سَبِيْليْنِ  ~ sabiilaini 

Jamak: Apabila kita menemukan suatu kata ia bukan sebagai nama juga bukan sebagai sifat  menurut pola  yang diberikan maka dicurigai  jamaknya adalah jamak taksir.

Kata سَبِيْلٌ , jamaknya adalah taksir yaitu سُبُلٌ ~ subulun

5. نِعْمَةٌ  ~ni'matun = nikmat

Mutsanna:
نِعْمَةٌ  ditambah akhiran ان (alif dan nun) menjadi  نِعْمَتَانِ ~ni'mataani
نِعْمَةٌ  ditambah akhiran  يْنِ (ya dan nun) menjadi  نِعْمَتَيْنِ  ~ ni'mataini

Jamak: Apabila kita menemukan suatu kata ia bukan sebagai nama juga bukan sebagai sifat  menurut pola  yang diberikan maka dicurigai  jamaknya adalah jamak taksir.

Kata نِعْمَةٌ   jamaknya adalah jamak taksir yaitu نِعَمٌ ~ ni'amun

6. قَانِتَةٌ ~ qaanitatun = seorang wanita yang ta'at

Mutsanna:
قَانِتَةٌ ditambah akhiran ان(alif dan nun) menjadi   قَانِتَتَانِ ~ qaanitataani 
قَانِتَةٌ ditambah akhiran يْنِ (ya dan nun) menjadi قَانِتَتَيْنِِ ~ qaanitataini
  
Jamak:
Kata قَانِتَةٌ adalah isim mutsanna, jamaknya mengikuti kaidah jamak muannats salim.
قَانِتَةٌ dihilangkan ة ~ ta' marbutoh dan ditambah akhiran ات (alif dan ta') maka jamaknya
adalah قَانِتَاتٌ ~qaanitaatun

7. كِتَابٌ~kitaabun = sebuah buku/kitab

Mutsanna:
كِتَابٌ ditambah akhiran ان (alif dan nun) menjadi كِتَابَانِ ~ kitaabaani
كِتَابٌ  ditambah akhiran  يْنِ (ya dan nun) menjadi  كِتَابيْنِ ~ kitaabaini

Jamak: Apabila kita menemukan suatu kata ia bukan sebagai nama juga bukan sebagai sifat  menurut pola  yang diberikan maka dicurigai  jamaknya adalah jamak taksir.

Kata  كِتَابٌ mengikuti  jamak taksir yaitu  كُتُبٌ ~ kutubun
 
8. مَكْتَبٌ ~maktabun = meja

Mutsanna:
 مَكْتَبٌ ditambah akhiran ان (alif dan nun) menjadi  مَكْتَبَانِ  ~ maktabaani
 مَكْتَبٌ ditambah akhiran  يْنِ (ya dan nun) menjjadi مَكْتَبيْنِ ~ maktabaini

Jamak: Apabila kita menemukan suatu kata ia bukan sebagai nama juga bukan sebagai sifat  menurut pola  yang diberikan maka dicurigai  jamaknya adalah jamak taksir. 

Kata مَكْتَبٌ  mengikuti  jamak taksir yaitu مَكَاتِبُ ~ makaatibu

9. قَاعِدَةٌ ~ qaa'idatun = kaidah, aturan.

Mutsanna:
 قَاعِدَةٌ ditambah akhiran  ان (alif dan nun) menjadi   قَاعِدَتَانِ  ~qaa'idataani
 قَاعِدَةٌ ditambah akhiran  يْنِ (ya dan nun) menjadi  قَاعِدَتَيْنِ ~qaa'idataini

Jamak: Apabila kita menemukan suatu kata ia bukan sebagai nama juga bukan sebagai sifat  menurut pola  yang diberikan maka dicurigai  jamaknya adalah jamak taksir. 

Kata قَاعِدَةٌ mengikuti jamak taksir yaitu قَوَاعِدُ ~qawaa'idu

Ringkasan:

Mufrod......................................Mutsanna...........................................Jamak
*

1. ظَالِمِيْن/ ظَالِمُوْنَ....…….................…….ظَالِمَيْنِ/ظَالِمَانِ...........…..….......….. ظَالِمٌ
dhoolimun...........................dhoolimaani/dhoolimaini................dhoolimuuna/dhoolimiina

2. نَاجِحيْنِ/ نَاجِحُوْنَ......…….........…..… نَاجِحَيْنِ/نَاجِحَانِ..................................نَاجِحٌ
naajihun...............................naajihaani/naajihaini...................... naajihuuna/naajihiina

3. أَحَادِيْثُ.................…....….......حَدِيْثيْنِ/ حَدِيْثَانِ.......……….....…... حَدِيْثٌ
hadiitsun..............................hadiitsaani/hadiitsaini......................a-haadiitsu

4. سُبُلٌ.............................……. سَبِيْليْنِ/سَبِيْلاَنِ.............……………سَبِيْلٌ  
sabiilun................................sabiilaani/sabiilaini..........................subulun

5. نِعَمٌ....................………..…. نِعْمَتَيْنِ/نِعْمَتَانِ........……......………نِعْمَةٌ
ni'matun..............................ni'mataani/ni'matayni.......................ni'amun

6.ٌ قَانِتَاتٌ.....................……..….نِعَمقَانِتَتَيْنِِ/قَانِتَتَانِ.................………….قَانِتَةٌ
qaanitatun...........................qaanitataani/qaanitataini.................qaanitaatun

7. كُتُب........................................كِتَابيْنِ/كِتَابَانِ.........................…....كِتَابٌ
kitaabun..............................kitaabaani/kitaabaini.......................kutubun

8. مَكَاتِبُ...............….......………..مَكْتَبيْنِ/مَكْتَبَانِ............……………مَكْتَبٌ
maktabun............................maktabaani/maktabaini...................makaatibu

9. قَوَاعِدُ.............................….قَاعِدَتَيْن/ قَاعِدَتَانِ...........…….......…..قَاعِدَةٌ
qaa'idatun...........................qaa'idataani/qaa'idataini...................qawaa'idu
.

Catatan:
Untuk bisa mengetahui jamak taksir suatu kata, dapat mengetahui dengan banyak menelaah kitab-kitab bahasa arab, bisa dari al-Qur’an, hadits, kitab para ulama, tulisan-tulisan dalam bahasa arab, dan kamus.

Cara paling mudah untuk mengetahui adalah melalui kamus bahasa arab. Silakan download gratis software kamus al-mufid atau dapatkan kamus lengkapnya yang kami rekomendasikan, yaitu kamus al-Munawwir di:

Sumber: http://badaronline.com/dasar/latihan-dasar-2-jadikan-isim-mutsanna-dan-jamak.html